merendah untuk meroket, dihina tak tumbang, dikasih mie ayam makasih bang..Yook subrek lek kuu😜🤙🤙 #salamboyah #kelazking #elitcees #ruok
#atosperson #mikirkidzz #milokeceabies #milogengsterbikingemeter #milopemudasangardannyeni #chefjunaobrakabrikberasfitrah #inpoloker
- call me Milo 😜🤙🤙
Absen suami² guwaa..💋 (lukisem)
- eljie (El kabur, lontong sayur,El telepon, atlet lari)
- gun&goo
- phs og/sb
- tukang service AC
- Lz
- blonde gengster
- jaymok
- Atmin judol
sengaja guwa singkat&nama julukan biar gax di karbiet
milo
Mencintai Tanpa Memiliki
Bab 1 — Dua Anak yang Tak Pernah Akur
Kota Volaris adalah kota yang tak pernah tidur. Gedung-gedung tinggi menjulang, lampu-lampu berkilau seperti bintang yang jatuh ke bumi. Di kota itulah dua anak tumbuh dengan ambisi yang sama besar: menjadi nomor satu.
Alexa dan Keano.
Sejak kecil, mereka sudah seperti api dan bensin.
Di taman kanak-kanak, Alexa selalu menjadi juara menggambar. Keano juara berhitung.
Di sekolah dasar, Alexa peringkat satu. Keano peringkat dua.
Semester berikutnya, Keano membalas, Alexa turun ke peringkat dua.
Mereka tak pernah benar-benar berteman.
“Jangan merasa menang dulu, Alexa,” kata Keano suatu hari setelah pengumuman lomba sains.
Alexa tersenyum tipis. “Aku tidak merasa menang. Aku memang menang.”
Kalimat itu menjadi awal dari perang panjang yang tak pernah berhenti.
Orang-orang melihat mereka sebagai rival sempurna. Tapi hanya mereka yang tahu — persaingan itu bukan sekadar ingin menang.
Itu tentang harga diri.
Bab 2 — Dua Tahta di Kota Volaris
Dua puluh tahun berlalu.
Alexa kini menjadi CEO perusahaan teknologi kreatif bernama Ardentia Group. Ia dikenal cerdas, tegas, dan sulit dikalahkan dalam negosiasi.
Keano memimpin perusahaan inovasi digital bernama Orion Dynamics. Visioner, dingin, penuh strategi.
Keduanya berdiri di puncak Volaris.
Namun hanya ada satu gelar yang diperebutkan:
Perusahaan nomor satu di Kota Volaris.
Media selalu membandingkan mereka.
Investor selalu menyebut dua nama itu dalam satu napas.
Dan mereka… masih saling menantang.
Setiap kali Alexa meluncurkan produk baru, Keano sudah menyiapkan inovasi yang lebih unggul.
Setiap kali Keano menandatangani kontrak besar, Alexa merebut proyek yang lebih prestisius.
Persaingan mereka elegan. Tanpa skandal. Tanpa kecurangan.
Hanya dua orang yang sama-sama tak mau kalah.
Bab 3 — Ancaman Bernama Novacore
Semua berubah ketika sebuah perusahaan baru muncul: Novacore Industries.
Perusahaan itu bergerak cepat. Agresif. Tanpa ragu menghancurkan harga pasar dan merekrut talenta terbaik dari kompetitor.
Dalam enam bulan, Novacore berhasil mengguncang posisi Ardentia dan Orion.
Untuk pertama kalinya, Alexa dan Keano berada dalam ancaman yang sama.
Suatu malam, di ruang rapat hotel bintang lima, mereka duduk berhadapan.
“Ini bukan waktunya ego,” kata Keano datar.
Alexa menyilangkan tangan. “Aku tidak punya ego. Aku hanya tidak suka bekerja denganmu.”
Keano tersenyum tipis. “Kita tidak harus suka. Kita hanya harus menang.”
Sunyi.
Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, keduanya berada di sisi yang sama.
Dan Alexa mengulurkan tangan.
“Kerja sama sementara. Sampai Novacore turun.”
Keano menyambut uluran itu.
Sentuhan singkat. Tapi entah kenapa terasa berbeda.
Bab 4 — Di Balik Dinding Kantor
Kerja sama itu sulit di awal.
Rapat penuh perdebatan. Strategi penuh bantahan.
Namun perlahan, mereka mulai memahami ritme satu sama lain.
Alexa ahli membaca pasar.
Keano jenius membaca celah teknologi.
Suatu malam, mereka masih di kantor hingga larut. Hujan turun deras di luar jendela.
Alexa berdiri menatap kota.
“Aku tidak pernah membayangkan kita akan seperti ini,” katanya pelan.
“Seperti apa?” tanya Keano.
“Bekerja bersama. Tanpa saling menjatuhkan.”
Keano menatapnya. Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat Alexa sebagai rival.
Ia melihat seorang wanita yang lelah, tapi tetap berdiri tegak demi perusahaannya.
Tiba-tiba listrik padam sesaat karena petir. Alexa sedikit terkejut. Refleks, Keano memegang tangannya.
Hening.
Detak jantung terasa lebih keras dari suara hujan.
“Tenang. Aku di sini,” ucap Keano.
Kalimat sederhana itu — bukan sebagai rival, bukan sebagai pesaing — tapi sebagai seseorang yang peduli.
Di momen itulah, sesuatu di dalam diri Keano berubah.
Ia tidak lagi ingin mengalahkan Alexa.
Ia ingin melindunginya.
Dan tanpa ia sadari, ia jatuh cinta.
Bab 5 — Kemenangan yang Sunyi
Strategi gabungan mereka berhasil.
Peluncuran produk kolaborasi menghancurkan dominasi Novacore. Investor kembali percaya. Pasar stabil.
Dalam waktu satu tahun, Novacore mundur dari Volaris.
Kota kembali menyebut dua nama lama: Alexa dan Keano.
Namun setelah kemenangan itu, sesuatu berubah.
Mereka tak lagi berdebat seperti dulu. Tak lagi saling menyindir. Bahkan persaingan terasa hambar.
Alexa memilih fokus pada ekspansi luar kota.
Keano memperkuat struktur internal Orion.
Mereka tidak memperpanjang kerja sama.
Tapi juga tidak kembali bersaing secara agresif.
Hubungan mereka menggantung — tak bermusuhan, tak pula bersama.
Dan Keano… menyimpan perasaannya sendiri.
Bab 6 — Undangan
Suatu pagi, sekretaris Keano meletakkan sebuah amplop putih di mejanya.
“Undangan, Pak.”
Keano membukanya tanpa curiga.
Nama itu tertulis jelas.
Alexa Andriana.
Undangan pernikahan.
Dengan seorang pria bernama Arsen Wiratama.
Keano terdiam lama.
Dunia terasa sunyi.
Ia tahu, selama ini Alexa tak pernah benar-benar melihatnya sebagai lebih dari rival. Kerja sama itu profesional. Momen hujan itu… mungkin hanya baginya yang berarti.
Ia menutup mata, menarik napas panjang.
“Selamat ya, Alexa…” gumamnya pelan.
Ia tidak datang ke pernikahan itu.
Bukan karena marah.
Tapi karena ia takut matanya tak mampu menyembunyikan cinta yang tak sempat diucapkan.
Bab 7 — Nomor Satu dan Nomor Dua
Tahun-tahun berlalu.
Ardentia menjadi perusahaan nomor dua di Volaris. Stabil. Elegan. Berkelas.
Orion Dynamics melesat menjadi nomor satu.
Keano mencapai puncak yang sejak kecil ia impikan.
Namun setiap kali berdiri di lantai tertinggi gedungnya, memandang kota Volaris yang gemerlap, ada satu ruang kosong dalam hatinya.
Sementara itu, Alexa hidup bahagia. Ia memiliki dua anak, suami yang mencintainya, dan perusahaan yang tetap kuat.
Ia sering melihat berita tentang Keano.
Dan ia tersenyum kecil.
“Dia akhirnya jadi nomor satu,” katanya suatu malam.
Ia bangga. Tulus.
Tanpa tahu bahwa di sudut kota yang sama, seorang pria masih menyebut namanya dalam doa-doa yang tak pernah terdengar.
Epilog — Mencintai Tak Harus Memiliki
Keano berdiri di balkon kantornya.
Angin malam Volaris berembus pelan.
Ia tersenyum, meski hatinya masih menyimpan satu nama.
Ia tak pernah mencoba merusak kebahagiaan Alexa.
Tak pernah mengganggu hidupnya.
Tak pernah mengungkapkan cinta yang datang terlambat.
Karena ia akhirnya mengerti:
Cinta bukan tentang memiliki.
Bukan tentang menjadi yang dipilih.
Kadang cinta hanya tentang melihat orang yang kita sayangi bahagia…
meski bukan bersama kita.
Dan di kota Volaris yang penuh cahaya,
dua rival itu tetap bersinar.
Satu sebagai nomor satu.
Satu sebagai nomor dua.
Dan sebuah cinta diam yang tak pernah padam. 🤍
19 hours ago | [YT] | 2
View 1 reply
milo
Heyyo prend gengster is here-!!😛🤙🤙
gaicc milo baru ajah bikin pfp n icon, tolong bantu rate yeahh 1-100... kalo ratingnya 80+ dan yang ngerate lebih dari 10 orang, milo akan adain gift pfp&icon coeg....😛
plcc rate yang jujur yh, jangan disengajaim nilai lebih ato kurang...banshare wokkzZ🙏
sekiean terimakazehh🤓
#salambooyah
2 weeks ago | [YT] | 11
View 5 replies
milo
when yahh aku punya twins
2 weeks ago | [YT] | 4
View 3 replies
milo
testie 5× upload gacha, kalo rame ku aku terusin
2 weeks ago | [YT] | 5
View 0 replies
milo
hayuk 1 acc lagieh...genepin lahh
3 weeks ago | [YT] | 3
View 0 replies
milo
join contes icon @Zaa-Chancva
3 weeks ago | [YT] | 12
View 1 reply
milo
join contes @im._stayzen
3 weeks ago | [YT] | 6
View 1 reply
Load more