Tani Newsroom adalah channel informasi pertanian modern yang menyajikan berita, analisis, dan wawasan terkini seputar dunia tani Indonesia. Dibangun untuk menjadi pusat informasi bagi petani, pelaku agribisnis, dan masyarakat yang peduli pada ketahanan pangan, Tani Newsroom menghadirkan konten yang akurat, cepat, dan relevan.
Di sini kamu akan menemukan:
🌾 Update berita pertanian terbaru
đźšś Teknologi & inovasi pertanian modern
📊 Analisis harga komoditas & pasar
🌱 Tips budidaya dan solusi kendala di lapangan
🌍 Isu pangan global & dampaknya bagi Indonesia
Dengan gaya penyampaian yang dinamis, mudah dipahami, dan informatif, Tani Newsroom hadir untuk membantu membangun pertanian Indonesia yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.
Tani Newsroom
*Meski Belum Fit, Mentan Amran Panas-Panasan Cek Sawah di Tapteng*
Tapanuli Tengah — Dalam kondisi tubuh yang belum sepenuhnya fit, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tetap turun langsung meninjau lahan pertanian yang rusak akibat banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Rabu (3/12/2025).
Di bawah terik matahari, Mentan Amran melihat langsung kondisi lahan sawah yang sudah rata akibat diterjang banjir. Ia juga mendengarkan satu per satu penjelasan petani, dan memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sebelum menetapkan langkah pemulihan.
”Aku datang ke sini biar langsung kita perbaiki. Bapak, ibu, mohon sabar. Nanti kami cetak ulang sawahnya. Tim kami turun, ada PPL, ada PJ (penanggung jawab), ini kami percepat, langsung cetak sawah ulang,” kata Mentan Amran saat berdialog langsung dengan seorang ibu yang curhat karena lahannya mengalami gagal panen akibat bencana banjir.
Mentan Amran menegaskan bahwa kunjungan ke lokasi bencana tidak bisa ditunda, sekalipun dirinya belum fit, karena kerusakan sawah yang mencapai sekitar 40 ribu hektare harus segera ditangani agar petani tidak kehilangan masa tanam berikutnya.
Di salah satu desa di Tapanuli Tengah, Mentan Amran menyaksikan sendiri puluhan hektare sawah yang telah rata akibat arus banjir. Banyak batas bidang hilang, kontur tanah berubah, dan tidak memungkinkan pertanaman langsung. Situasi ini, menurutnya, tidak bisa dibiarkan berlarut.
“Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali seperti jadi sawah dan kami kirim peralatan, bantuan benih gratis. Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya,” ucap Mentan Amran.
Ia juga menguatkan sinergi bersama pemerintah daerah terkait administrasi dan pembangunan sawah kembali dengan pembiayaan dari pemerintah pusat. ”Jadi nanti, itu benihnya dari pemerintah, alatnya dari pemerintah, membangun sawahnya dari pemerintah pusat yang ambil alih. Dan alat itu nanti aku simpan di sini, alat panen, kemudian traktor itu, dan sebagainya. Itu semua biaya pusat, bangun, cetak, sampai tanam itu biaya pusat,” jelasnya.
Tidak hanya meninjau kondisi persawahan di wilayah terdampak bencana, Mentan Amran juga memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Pemerintah telah menyiapkan pasokan beras hingga tiga kali lipat dari kebutuhan.
“Tujuan kami datang untuk memastikan di lapangan bahwa saudara kita tidak ada kekurangan beras, tidak ada kelaparan, karena cadangan kita terbesar selama kita merdeka. Ini yang kita syukuri karena cadangan kita besar sehingga tinggal memang nanti yang harus kita jaga bersama adalah distribusinya. Tapi stoknya aman,” ungkapnya.
Melalui langkah ini, Mentan Amran menegaskan bahwa pemulihan dilakukan tidak hanya lewat instruksi, tetapi melalui kehadiran langsung di titik kerusakan. Perhatian pemerintah terhadap petani tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi pada memastikan mereka dapat kembali menanam dan memulihkan penghidupan mereka secepat mungkin.
2 months ago | [YT] | 2
View 0 replies
Tani Newsroom
*Rilis Kementan, 11 Desember 2025*
*Nomor: B-856/HM.160/7/12/2025*
*Mentan Amran: Berani Korupsi Bantuan Bencana, 1x24 Jam Saya Pecat !*
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara tegas menampik tudingan penyelewengan bantuan untuk korban bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tidak main-main, ia sendiri yang akan menindak jika ditemukan perbuatan curang.
“Di saat kondisi kita susah begini, ada kena bencana, harusnya kita peduli dulu. Kalau ada yang salah, korupsi di pertanian, aku pastikan 1 x 24 jam saya pecat. Kalau dalam perjalanan ada yang main-main, kami yang melapor langsung ke penegak hukum agar dihukum seberat-beratnya,” kata Mentan Amran saat pelepasan bantuan Kementan Peduli di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Ia menjelaskan secara rinci bahwa kekeliruan yang sempat muncul dan diberitakan sebelumnya hanyalah kesalahan penulisan satuan.
“Begitu muncul beritanya, kami langsung cek di mana salahnya. Itu keliru dalam penulisan. Yang dikatakan 21.000 itu bukan kilogram tetapi 21.000 paket, satu paket 5 kilogram, dan ini bantuannya dalam bentuk barang,” kata Mentan Amran
Ia menekankan bahwa bantuan tersebut berbentuk barang logistik yang dikirimkan oleh mitra kerja Kementan.
“Bantuan Kementan Peduli pengiriman itu bentuk barang. Dan itu barang yang dikirim para pengusaha, pengusaha minyak goreng kirim minyak goreng, pengusaha mie kirim mie instan. Jadi dalam bentuk barang kami kirim, kami kawal,” terangnya.
Mentan Amran juga mengucapkan terima kasih kepada media yang sigap menginformasikan kekeliruan satuan sehingga klarifikasi dapat segera dilakukan.
"Saya apresiasi media. Kalau ada kesalahan, kami perbaiki. Tapi jangan dibawa ke arah fitnah. Ini masa bencana, kita fokus bantu saudara-saudara kita,” katanya.
Untuk diketahui, pemerintah bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui Kementan Peduli, terhimpun bantuan senilai total Rp75,85 miliar yang disumbangkan oleh jajaran pegawai dan pejabat Kementan serta perusahaan mitra.
Selain Kementan Peduli, pemerintah juga menggelontorkan bantuan dengan total Rp1,249 triliun yang terdiri atas bantuan reguler Rp918 miliar dan bantuan nonreguler berdasarkan permintaan dari provinsi terdampak senilai Rp330 miliar.
2 months ago | [YT] | 1
View 0 replies
Tani Newsroom
Hanya Satu Jam Pidato, Mentan Amran Kumpulkan Rp 75,85 Miliar untuk Bencana Sumatera
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin langsung gerakan donasi nasional bagi korban bencana alam di Sumatera. Aksi kemanusiaan yang digelar di Aula Gedung F Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (2/12/2025), berlangsung secara terbuka dan realtime, diikuti pegawai Kementan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta para mitra usaha sektor pertanian.
Dalam waktu hanya satu jam, ajakan Mentan Amran berhasil menghimpun sekitar Rp 75,85 miliar. Meski jumlahnya besar, Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh donasi terkumpul tanpa paksaan. Setiap orang diberi ruang untuk menyumbang sesuai kemampuan, dan itu terlihat jelas ketika sejumlah pegawai menyumbang mulai dari Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, hingga Rp 250.000.
“Berapa pun kami terima. Ini semua niat baik kita semua untuk membantu rakyat,” ujar Mentan Amran.
Dalam arahannya, Mentan Amran menekankan bahwa solidaritas sosial bukanlah seremoni, melainkan panggilan moral bangsa.
“Setiap bantuan adalah harapan. Kementan peduli,” ujarnya, mengajak masyarakat membantu dengan tulus, bukan karena kewajiban.
Ia menyebut bencana ini sebagai ujian kemanusiaan yang menggerakkan hati banyak orang.
“Merah putih memanggil! Saudara kita terkena bencana, dan sebagai anak bangsa kita wajib mengulurkan tangan,” tegasnya.
Mentan Amran juga mengingatkan bahwa keberhasilan usaha seharusnya melahirkan budaya berbagi, terutama bagi mereka yang rentan.
“Kepada semua, khususnya para mitra, kalau bisnisnya mau maju, rajin memberi apalagi kepada fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang sedang terkena bencana,” ucapnya.
Antusiasme para donatur bahkan membuat Mentan Amran berkelakar.
“Alhamdulillah baru kami terima tadi pagi, masih kecil tapi tidak apa-apa. Sekarang sudah kurang lebih Rp 75 miliar. Kalau begini saya mau berdiri di sini sampai sore, “ ungkapnya
Untuk menjamin transparansi, Mentan Amran menantang jajarannya mengecek aliran dana secara langsung.
“Jangan lihat besar kecilnya, yang penting ikhlas. Coba aku tes secara live, masuk nggak ke rekening itu. Coba Dirjen, masuk nggak sumbangannya,” ujarnya.
Posko kemanusiaan Kementan membuka rekening khusus BRI 2123.01.000545.564 bagi masyarakat yang ingin membantu.
Mentan Amran kemudian memanjatkan doa agar gerakan kemanusiaan ini menjadi ladang amal bagi semua.
“Kelak di akhirat nanti semoga kita bertemu atas kebaikan yang sudah kita lakukan,” ungkapnya.
Ia memastikan seluruh bantuan segera disalurkan melalui Tim Tanggap Darurat Kementan, bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bapanas, dan lembaga kemanusiaan.
“Kita harus bantu mereka. Ini musibah. Kalau kita bersama-sama, pasti lebih ringan,” ujarnya.
Kepada panitia penggalangan dana, Mentan Amran memberikan pesan tegas.
“Segera salurkan, jangan sampai salah sasaran. Kelak ini dipertanggungjawabkan, “ ujarnya
Gerakan serupa bukan pertama kalinya dilakukan Mentan Amran. Saat gempa Palu, ia juga berhasil menghimpun hampir Rp 50 miliar hanya dalam waktu setengah jam. Menurut Mentan Amran, tingginya partisipasi publik mencerminkan kepercayaan terhadap integritas Kementan yang ia pimpin, dan terbangun dari sikap tegasnya termasuk dalam memberantas pungli di semua lini pelayanan. Hingga berita ini diturunkan, posko donasi masih dibuka dan dana terus bertambah.
2 months ago (edited) | [YT] | 0
View 0 replies
Tani Newsroom
2 months ago | [YT] | 0
View 0 replies