Karnaval, Kesenian daerah , KESENIAN LOKAL HIBURAN karnaval ,marcinband ,kirap budaya ,PARADE SOUND SYISTEM,HORENG,DJ MUSIK,FYP,sekarang,buat semua orang,Dunia indonessia


JuwanaNews

Liburan indah menuju Gunung Bromo yang seharusnya penuh tawa dan kekaguman, berubah menjadi pengalaman pahit bagi rombongan wisatawan asal Thailand.

Perjalanan mereka singgah sejenak di pendopo Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sebelum melanjutkan petualangan ke lautan pasir Bromo. Koper-koper berisi pakaian, perlengkapan pribadi, hingga barang berharga disimpan rapi di dalam minibus Toyota Hiace yang terparkir dan dalam keadaan terkunci.

Namun, hanya dalam hitungan waktu singkat, semuanya berubah.

Saat sopir dan para wisatawan kembali, ada yang terasa tidak beres. Pintu mobil yang sebelumnya mudah dibuka, mendadak sulit diakses. Ketika akhirnya berhasil terbuka, pemandangan di dalam membuat hati tercekat—isi kendaraan sudah berantakan. Koper yang tadinya tersusun rapi, kini hilang tanpa jejak.

Tujuh koper raib digasak pencuri. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Keceriaan yang tadinya menyelimuti perjalanan wisata itu mendadak berganti kecemasan dan kekecewaan. Di tengah pesona alam Bromo yang mendunia, insiden ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap harus diutamakan, bahkan saat sedang menikmati liburan.
#fbpro #fbviral #fyp #bromo #thailand #probolinggo

Nb : gambar hanya ilustrasi

3 days ago | [YT] | 0

JuwanaNews

penolakan keras dan hilangnya pak kades ...kebetulan ??

Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto, sudah dua bulan tak tampak batang hidungnya. Sejak Jumat siang, 5 Desember 2025, ia dikabarkan menghilang tanpa pesan, tanpa kabar.

Padahal sehari sebelumnya, Kamis (4/12/2025), ia masih duduk bersama warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan jajaran Forkopimcam dalam sebuah pertemuan penting: menolak rencana penambangan tanah uruk untuk proyek jalan tol Jogja–Bawen.

Khairul Hamzah, Humas Paguyuban Gema Pelita Sambeng, mengingat betul suasana pertemuan itu. “Beliau bahkan menandatangani surat pernyataan penolakan, berjanji akanmendampingi warga,” ujarnya.

Namun selepas itu, Rowiyanto seolah lenyap ditelan bumi. WhatsApp hanya centang satu, rumahnya pernah didatangi, tapi kosong. Sejak 5 Desember, tak ada lagi kabar.

#beritahariini
#pantura

1 week ago | [YT] | 1

JuwanaNews

Wawan Syarwhani (80), seorang lansia asal Surabaya, harus menelan pil pahit setelah rumah miliknya di Jalan Teluk Kumai Timur No. 83A, Kecamatan Pabean Cantian, dibongkar dan dialihfungsikan secara sepihak.

Bangunan di atas lahan seluas 536 meter persegi itu kini telah berubah wajah menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Wawan mengaku tidak pernah memberikan izin atas pembongkaran tersebut. Padahal, ia mengklaim memiliki bukti kepemilikan yang sah.

“Rumah itu sudah SHM (Sertifikat Hak Milik) dan saya beli secara sah. Ada Akta Jual Beli (AJB) dan akta notarisnya resmi,” ujar Wawan kepada media, Kamis (22/1/2026).

Menurut Wawan, rumah tersebut memang kosong sejak April 2025 namun dalam keadaan terkunci rapat.

Ia baru mengetahui adanya aktivitas ilegal setelah tetangga mengabarkan bahwa sekelompok orang masuk ke rumahnya dan menebang pohon di sana sekitar empat bulan lalu.

Sengketa Lama dengan Pelindo Akar persoalan ini diduga berkaitan dengan klaim Hak Pengelolaan Lahan (HPL) oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Namun, Wawan menegaskan bahwa secara hukum, ia pernah memenangkan gugatan penyerobotan lahan yang diajukan Pelindo pada 2017 hingga berkekuatan hukum tetap (inkrah).

“Pengadilan Negeri Surabaya saat itu memberikan dua opsi: saya tetap menempati rumah atau Pelindo membeli aset saya. Tapi pihak Pelindo tidak pernah memberikan jawaban,” jelas Wawan.

Ia juga menyayangkan sikap aparat kepolisian. Saat proses eksekusi lahan oleh pihak yang diduga terafiliasi dengan Pelindo, petugas disebut tetap memasang pagar beton dan memutus aliran listrik meski tidak ada perintah pengosongan resmi dari pengadilan untuk bangunan tersebut.

Lapor ke Berbagai Instansi, Nihil Respons Upaya hukum telah ditempuh Wawan sejak Agustus 2025 dengan melapor ke Polrestabes Surabaya, namun hingga kini belum ada respons.

Tak berhenti di situ, Wawan juga telah bersurat ke Kementerian Dalam Negeri, Badan Gizi Nasional (BGN), hingga meminta perlindungan hukum ke Danantara.

“Saya sudah meminta BGN mencabut izin SPPG tersebut karena legalitas pendirian dapurnya tidak sah. Tapi sampai sekarang semua diam, tidak ada jawaban,” keluhnya.

Meski merasa diperlakukan tidak adil, Wawan masih membuka pintu komunikasi. Ia berharap asetnya dikembalikan atau setidaknya ada prosedur yang benar jika lahan tersebut ingin digunakan negara.

“Saya inginnya dikembalikan. Tapi kalau memang mau disewa untuk dapur MBG, ya silakan, yang penting ada pembicaraan (komunikasi) secara manusiawi,” tutup Wawan.

3 weeks ago | [YT] | 2

JuwanaNews

Wakil Bupati Kabupaten Sangihe, Helmud Hontong, dikenal sebagai sosok yang cukup vokal menolak rencana eksploitasi tambang emas oleh PT Tambang Mas Sangihe. Penolakan itu muncul seiring luasnya wilayah konsesi tambang yang diberikan Kementerian ESDM, yang mencapai sekitar 42 ribu hektare atau 56,9 persen dari total luas Kabupaten Sangihe.

Helmud menilai aktivitas pertambangan tersebut berpotensi membawa dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat. Atas dasar itu, ia bahkan mengirimkan surat protes secara pribadi kepada Kementerian ESDM pada 28 April lalu, sebagai bentuk keberatan resmi atas izin konsesi yang diberikan.

Beberapa waktu kemudian, Helmud Hontong dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari Bali menuju Manado via Makassar menggunakan pesawat Lion Air JT-740. Ia dinyatakan wafat dalam rentang waktu penerbangan Rabu lalu, meninggalkan duka sekaligus berbagai pertanyaan di tengah publik terkait sikap kritisnya terhadap tambang emas di Sangihe.
Sumber:tempo

#beritaterkini #infoterkini #beritaviral #wabupsagihe

2 months ago | [YT] | 1

JuwanaNews

SEMANGAT ADIKU
Ayah Meninggal, Remaja Yatim Difabel Berjuang Bantu Ibu Cari Nafkah Demi Bisa Sekolah
“Udah Lili maafin semua yang suka ej*k Lili Kak. Tapi ya gitu, kalau keinget masih suka nangis sendirian. Kadang suka jadi gak nerima keadaan, fisik gini pun bukan maunya Lili Kak.. Dikasih sama Allah karena Lili sanggup,” Ikhlas Lili.
Saat kami tanya, “Memangnya suka dibilang apa?” Jawab Lili “Dikata-katain, dib*ly sering. Bahkan sampe dibilang “Berenti sekolah aja kamu mah, anak ca2t kaya kamu mah gak akan sukses, susah cari kerjanya”. Ungkap Lili sambil tahan tangis
Dicaci, d1m*ki dan dib*ly membuat luka yang membekas di hati bahkan kerap kali patahkan semangat Lili (16 thn) seorang anak yatim yang terlahir difabel. Sang Ayah, yang seharusnya ada untuk membela dan menguatkannya, telah pergi saat Lili masih dalam kandungan usia 7 bulan.
Sejak lahir, kedua kaki Lili bengkok dengan telapak kaki yang melipat ke dalam, membuat langkahnya tak seimbang dan seringkali terjatuh. Hari-harinya terasa berat sekali..
Tidak seperti anak-anak lain, Lili rela mengorbankan waktu bermain dan belajarnya untuk berjualan voucher dan kue basah keliling di jalanan. Bahkan, Lili sering membawa buku atau bahan dari sekolah untuk belajar di pinggir jalan sembari menunggu pembeli.
Salutnya Lili tak pernah mengeluh, berjualan saja atas inisiatif sendiri untuk membantu perekonomian sang Ibu.
“Kasian Ibu capek kerja juga Kak, Lili gak mau Ibu kecapean sampe jatuh sakit, Lili udah kehilangan Ayah.. Gak mau kehilangan Ibu,” Ucapnya.
Mirisnya nggak setiap hari Lili bisa pulang dengan untung yang banyak. Seringnya ia pulang dengan dagangan yang masih utuh.

3 months ago | [YT] | 2

JuwanaNews

Aneh tapi memang adanya
Bukanya ditindak tegas kok malah cuman disangsi,kayak gini rakyat mau percaya lagi

3 months ago | [YT] | 4

JuwanaNews

Pantaskah ada hukuman M4t''?

3 months ago | [YT] | 4

JuwanaNews

Setilan keras

4 months ago | [YT] | 1

JuwanaNews

Kemana pemeritah selama ini??

4 months ago | [YT] | 2