Orca lebih suka berburu ikan haring di tempat dia bisa menggiring mangsanya ke permukaan, seperti di perairan dangkal di Andfjorden ini. Anggota kawanan bergerak selaras, mengepung kawanan ikan haring sehingga tidak bisa lolos.
Sesekali, seekor orca menepuk permukaan air dengan ekornya. Orca melakukan tepukan ekor yang sama di dalam air, kata Tiu Similä, ahli biologi cetacea yang ikut merintis penelitian orca di Norwegia.
Menurutnya, sabetan ekor itu tidak selalu membunuh ikan haring atlantik, tetapi banyak yang kelengar sehingga mudah dimakan. Apa yang kita lihat di permukaan, sebenarnya hanya gambaran sekilas dari yang terjadi di bawah. Simak video lengkapnya!
Saat Firaun Tutankhamun mati muda dan itu tidak terduga, dia tidak meninggalkan pewaris. Saat itu dia berusia sekitar 19 tahun, antara tahun 1327 SM dan 1323 SM. Lantas siapa yang kemudian memerintah Mesir setelah kematiannya?
Hutan bukan sekadar kumpulan pohon; bagi masyarakat Bali, ia adalah napas kehidupan dan wujud bakti kepada Sang Pencipta.
Dahulu gundul dan gersang, hutan-hutan desa di Buleleng kini kembali rimbun. Melalui filosofi Tri Hita Karana, warga Desa Pemuteran, Selat, Wanagiri, hingga Panji membuktikan bahwa menjaga alam tidak harus mengorbankan ekonomi. Dari kopi agroforestri yang mendunia hingga ekowisata air terjun yang menghidupkan desa, konservasi kini membuahkan kesejahteraan.
Ikuti perjalanan kami menelusuri jejak para penjaga hutan yang memadukan tradisi spiritual, kearifan lokal pecalang jagawana, dan aksi mitigasi iklim melalui investasi FOLU Net Sink 2030. Sebuah kisah tentang bagaimana Yadnya (persembahan) terhadap alam menjadi kunci menjaga masa depan bumi.
Mengenal tradisi Sasi, upaya melindungi sumber daya alam dengan kepercayaan leluhur. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan bagi ekosistem untuk pulih dan menjaga kekayaan ragam hayati dari eksploitasi berlebihan. Selengkapnya👉 https://youtu.be/uEBMCAKEuVA
Perjalanan eksklusif mengungkap ancaman nyata perubahan iklim terhadap masa depan kopi dan strategi Starbucks Global menghadapinya langsung dari pusat riset Hacienda Alsacia, Costa Rica. Dokumenter ini mengupas tuntas inovasi bibit kopi hibrida yang tangguh, penerapan agroforestry, serta kolaborasi sains dengan petani kopi lokal untuk memastikan keberlanjutan pasokan dan kualitas kopi dunia di tengah cuaca ekstrem. Tonton selengkapnya👉 https://youtu.be/mUlkfRZGESo
Tersembunyi di lekukan perbukitan Sumatra Barat, Desa Wisata Kotogadang berdiri sebagai saksi harmoni antara alam, budaya, dan sejarah Minangkabau. Dikelilingi ngarai hijau yang dramatis, sawah bertingkat, serta aliran sungai yang jernih, Kotogadang menawarkan keindahan lanskap yang seolah tak tersentuh waktu.
Namun desa ini bukan hanya tentang panorama. Sejak abad ke-19, Kotogadang telah dikenal sebagai pusat kerajinan perak dan sulaman khas Minangkabau, warisan keterampilan yang diwariskan lintas generasi. Dari desa kecil inilah lahir banyak tokoh intelektual dan perantau Minang yang berperan penting dalam sejarah Indonesia, menjadikan Kotogadang sebagai desa dengan jejak pemikiran besar.
Mari menyusuri jejak sejarah dan keindahan Desa Wisata Kotogadang, sebuah permata Minangkabau yang mengajarkan bahwa kemajuan dapat berjalan seiring dengan pelestarian warisan leluhur👉 https://youtu.be/v7QNMkPyX2Q
Di Kampung Rhepang Muaif, Jayapura, Mama Yustina Wau menjaga warisan leluhur lewat jemari yang tak pernah lelah memintal serat kulit kayu menjadi Noken. Lebih dari sekadar tas, Noken adalah identitas, filosofi hidup, dan simbol ketergantungan manusia pada hutan Papua.
Lewat proses penuh kesabarandari hutan menjadi benang, pewarnaan alami, hingga pintalan di pahaMama Yustina mengajarkan bahwa melestarikan Noken berarti melestarikan hutan dan budaya.
Di antara pencemaran limbah, teriknya matahari, dan kerasnya kehidupan nelayan, seorang seniman jalanan berambut gimbal datang dengan gitarnya. Ia adalah Aceng Gimbal, atau yang akrab disapa "Sang Presiden Trotoar". Sejak 2018, ia memilih untuk membersamai anak-anak nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, sebuah kawasan yang kerap distigma sebagai sarang masalah.
Dari keyakinannya, lahirlah Taman Anak Pesisirsebuah ruang belajar sederhana yang berdiri di atas laut. Di sini, anak-anak nelayan tidak hanya belajar mengaji dan calistung, tetapi juga mengekspresikan diri melalui musik, teater, dan puisi. Aceng mengajarkan bahwa seni adalah bentuk perlawanan bagi yang terpinggirkan, dan kebahagiaan bukanlah soal memiliki, tetapi soal kebersamaan.
Dalam kilasan ini, terlihat bagaimana perjuangan Aceng dan anak-anak pesisir melawan keterbatasan, sambil menyanyikan lagu yang menyuarakan "Nasib Nelayan Kota", berharap suatu hari nanti, dari pesisir yang kian sekarat ini, akan lahir seorang Menteri Kelautan.
Tiga puluh jam perjalanan dari Indonesia menuju Costa Rica, Amerika Tengah. Kami mencari jawaban terhadap masa depan kopi di tengah dunia yang menghangat. Simak selengkapnya
Seru banget! Siang ini, Kamis 8 Januari 2026, kami berdiskusi dan berbagi pengalaman ‘Menulis Untuk Menyelamatkan Alam’ bersama 30 jurnalis yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia Sulawesi Tengah di kota Palu. Kami berbagi pengalaman dalam melaporkan karya-karya jurnalistik terkait isu-isu lingkungan dan pelestarian alam agar lebih dekat kepada khalayak luas.
Nat Geo Indonesia
Orca lebih suka berburu ikan haring di tempat dia bisa menggiring mangsanya ke permukaan, seperti di perairan dangkal di Andfjorden ini. Anggota kawanan bergerak selaras, mengepung kawanan ikan haring sehingga tidak bisa lolos.
Sesekali, seekor orca menepuk permukaan air dengan ekornya. Orca melakukan tepukan ekor yang sama di dalam air, kata Tiu Similä, ahli biologi cetacea yang ikut merintis penelitian orca di Norwegia.
Menurutnya, sabetan ekor itu tidak selalu membunuh ikan haring atlantik, tetapi banyak yang kelengar sehingga mudah dimakan. Apa yang kita lihat di permukaan, sebenarnya hanya gambaran sekilas dari yang terjadi di bawah. Simak video lengkapnya!
40 minutes ago | [YT] | 1
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Saat Firaun Tutankhamun mati muda dan itu tidak terduga, dia tidak meninggalkan pewaris. Saat itu dia berusia sekitar 19 tahun, antara tahun 1327 SM dan 1323 SM. Lantas siapa yang kemudian memerintah Mesir setelah kematiannya?
16 hours ago | [YT] | 7
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Hutan bukan sekadar kumpulan pohon; bagi masyarakat Bali, ia adalah napas kehidupan dan wujud bakti kepada Sang Pencipta.
Dahulu gundul dan gersang, hutan-hutan desa di Buleleng kini kembali rimbun. Melalui filosofi Tri Hita Karana, warga Desa Pemuteran, Selat, Wanagiri, hingga Panji membuktikan bahwa menjaga alam tidak harus mengorbankan ekonomi. Dari kopi agroforestri yang mendunia hingga ekowisata air terjun yang menghidupkan desa, konservasi kini membuahkan kesejahteraan.
Ikuti perjalanan kami menelusuri jejak para penjaga hutan yang memadukan tradisi spiritual, kearifan lokal pecalang jagawana, dan aksi mitigasi iklim melalui investasi FOLU Net Sink 2030. Sebuah kisah tentang bagaimana Yadnya (persembahan) terhadap alam menjadi kunci menjaga masa depan bumi.
Selengkapnya👉 https://youtu.be/6RpbbLV2fdE
23 hours ago | [YT] | 75
View 1 reply
Nat Geo Indonesia
Mengenal tradisi Sasi, upaya melindungi sumber daya alam dengan kepercayaan leluhur. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan bagi ekosistem untuk pulih dan menjaga kekayaan ragam hayati dari eksploitasi berlebihan. Selengkapnya👉 https://youtu.be/uEBMCAKEuVA
2 weeks ago | [YT] | 67
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Perjalanan eksklusif mengungkap ancaman nyata perubahan iklim terhadap masa depan kopi dan strategi Starbucks Global menghadapinya langsung dari pusat riset Hacienda Alsacia, Costa Rica. Dokumenter ini mengupas tuntas inovasi bibit kopi hibrida yang tangguh, penerapan agroforestry, serta kolaborasi sains dengan petani kopi lokal untuk memastikan keberlanjutan pasokan dan kualitas kopi dunia di tengah cuaca ekstrem. Tonton selengkapnya👉 https://youtu.be/mUlkfRZGESo
4 weeks ago | [YT] | 93
View 0 replies
Nat Geo Indonesia
Tersembunyi di lekukan perbukitan Sumatra Barat, Desa Wisata Kotogadang berdiri sebagai saksi harmoni antara alam, budaya, dan sejarah Minangkabau. Dikelilingi ngarai hijau yang dramatis, sawah bertingkat, serta aliran sungai yang jernih, Kotogadang menawarkan keindahan lanskap yang seolah tak tersentuh waktu.
Namun desa ini bukan hanya tentang panorama. Sejak abad ke-19, Kotogadang telah dikenal sebagai pusat kerajinan perak dan sulaman khas Minangkabau, warisan keterampilan yang diwariskan lintas generasi. Dari desa kecil inilah lahir banyak tokoh intelektual dan perantau Minang yang berperan penting dalam sejarah Indonesia, menjadikan Kotogadang sebagai desa dengan jejak pemikiran besar.
Mari menyusuri jejak sejarah dan keindahan Desa Wisata Kotogadang, sebuah permata Minangkabau yang mengajarkan bahwa kemajuan dapat berjalan seiring dengan pelestarian warisan leluhur👉 https://youtu.be/v7QNMkPyX2Q
1 month ago | [YT] | 133
View 1 reply
Nat Geo Indonesia
Di Kampung Rhepang Muaif, Jayapura, Mama Yustina Wau menjaga warisan leluhur lewat jemari yang tak pernah lelah memintal serat kulit kayu menjadi Noken. Lebih dari sekadar tas, Noken adalah identitas, filosofi hidup, dan simbol ketergantungan manusia pada hutan Papua.
Lewat proses penuh kesabarandari hutan menjadi benang, pewarnaan alami, hingga pintalan di pahaMama Yustina mengajarkan bahwa melestarikan Noken berarti melestarikan hutan dan budaya.
Simak selengkapnya👉 https://youtu.be/FcOnrCPr4rE
1 month ago | [YT] | 223
View 1 reply
Nat Geo Indonesia
Di antara pencemaran limbah, teriknya matahari, dan kerasnya kehidupan nelayan, seorang seniman jalanan berambut gimbal datang dengan gitarnya. Ia adalah Aceng Gimbal, atau yang akrab disapa "Sang Presiden Trotoar". Sejak 2018, ia memilih untuk membersamai anak-anak nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, sebuah kawasan yang kerap distigma sebagai sarang masalah.
Dari keyakinannya, lahirlah Taman Anak Pesisirsebuah ruang belajar sederhana yang berdiri di atas laut. Di sini, anak-anak nelayan tidak hanya belajar mengaji dan calistung, tetapi juga mengekspresikan diri melalui musik, teater, dan puisi. Aceng mengajarkan bahwa seni adalah bentuk perlawanan bagi yang terpinggirkan, dan kebahagiaan bukanlah soal memiliki, tetapi soal kebersamaan.
Dalam kilasan ini, terlihat bagaimana perjuangan Aceng dan anak-anak pesisir melawan keterbatasan, sambil menyanyikan lagu yang menyuarakan "Nasib Nelayan Kota", berharap suatu hari nanti, dari pesisir yang kian sekarat ini, akan lahir seorang Menteri Kelautan.
Simak selengkapnya👉 https://youtu.be/lnch6SjMDMc
1 month ago | [YT] | 118
View 3 replies
Nat Geo Indonesia
Tiga puluh jam perjalanan dari Indonesia menuju Costa Rica, Amerika Tengah. Kami mencari jawaban terhadap masa depan kopi di tengah dunia yang menghangat. Simak selengkapnya
https://youtu.be/mUlkfRZGESo
1 month ago | [YT] | 237
View 3 replies
Nat Geo Indonesia
Seru banget! Siang ini, Kamis 8 Januari 2026, kami berdiskusi dan berbagi pengalaman ‘Menulis Untuk Menyelamatkan Alam’ bersama 30 jurnalis yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia Sulawesi Tengah di kota Palu. Kami berbagi pengalaman dalam melaporkan karya-karya jurnalistik terkait isu-isu lingkungan dan pelestarian alam agar lebih dekat kepada khalayak luas.
1 month ago | [YT] | 48
View 1 reply
Load more