TAREKAT SYATTARIYAH NUSWANTARA
Dibina dan Dibimbing langsung oleh Guru Mursyid
KH.Bagus Fanani / Kang Agus Santoso
🟢 INFO BAI'AT DAN TALQIN DZIKIR
TAREKAT SYATTARIYAH 🟢
Kami Pengurus MAJELIS TAREKAT SYATTARIYAH NUSWANTARA
Menyediakan waktu dalam SEBULAN 1 kali ( Minggu Pertama ) Pukul : 20 : 00 WIB.
Untuk informasi detail
Silahkan Masuk :
GROUP WA CALON SALIK
Link dibawah ini👇👇👇
chat.whatsapp.com/Bg5lVGE9W2zGLCHjnhpAC9
🟢🟢🟢
HOTLINE CENTER
🟢🟢🟢
1. wa.me/6285314034108
2. wa.me/6285222314485
3. wa.me/6289524539889
4. wa.me/6281398726326
🟢🟢🟢
➡️ LOKASI PONDOK
- Alamat Majelis Tarekat Nuswantara
Jl. Surah Bakti No.01 Desa Karang Anyar Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon - Jawa Barat 45163
- Google Maps :
maps.app.goo.gl/Hsw4VhAMzmo6GKxZ8
Tarekat Kita
DIALOG RUHANI SYATTARIYAH
Aki Baqo dan Dakir tentang Wujud Manusia
Malam itu hening. Angin hanya berdesir pelan di antara pepohonan. Dakir duduk bersila di hadapan Aki Baqo. Wajahnya tampak gelisah, seolah ada pertanyaan besar yang tak lagi sanggup ia pendam.
Dakir:
Ki… benarkah manusia ini hanya tubuh dari tanah? Mengapa dalam diri ini terasa ada sesuatu yang lebih luas dari sekadar daging dan darah?
Aki Baqo tersenyum lembut. Matanya teduh, seperti danau yang tak terusik angin.
Aki Baqo:
Dakir… tubuhmu memang dari tanah. Tapi yang menggerakkan tanah itu bukan tanah.
Yang membuatmu hidup bukan daging.
Yang membuatmu bertanya bukan otak.
Ada Cahaya yang berjalan di dalam dirimu.
Dakir:
Cahaya, Ki?
Aki Baqo:
Ya… dalam ajaran Tarekat Syattariyah, manusia dipahami sebagai perjalanan Cahaya Ilahi yang mengkasar menjadi wujud.
Sebelum ada dirimu, sebelum ada alam ini, hanya ada Allah.
Dari Kehendak-Nya memancar Nur.
Dari Nur itulah segala menjadi.
Dakir:
Apakah Nur itu yang ada dalam diri manusia?
Aki Baqo:
Benar.
Dzatullah menghidupkan cahaya dalam dirimu.
Cahaya itu disebut Nurullah.
Kemudian Nur itu berproses:
Warnanya menjadi rahsa, rasa terdalam yang membuatmu bisa mencinta.
Sinarnya menjadi ruh, yang membuatmu hidup.
Dayanya menjadi nafsu, tenaga yang mendorongmu bergerak.
Hiasannya menjadi budi dan akal, agar engkau dapat memahami.
Geraknya menjadi jasad, agar engkau dapat tampak.
Maka jasadmu ini bukan benda mati. Ia gerak cahaya yang dipadatkan.
Dakir terdiam. Nafasnya terasa lebih dalam.
Dakir:
Kalau begitu, Ki… mengapa manusia sering lupa? Mengapa hidup terasa jauh dari Cahaya itu?
Aki Baqo menatap langit.
Aki Baqo:
Karena cahaya itu tertutup oleh keakuan.
Nafsu yang seharusnya menjadi daya pengabdian, berubah menjadi ambisi.
Akal yang seharusnya menjadi hiasan hikmah, berubah menjadi kesombongan.
Rasa yang seharusnya jernih, menjadi keruh oleh dunia.
Padahal sabda hikmah mengatakan,
“Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”
Dakir:
Bagaimana cara mengenal diri, Ki?
Aki Baqo mendekatkan tangannya ke dada Dakir.
Aki Baqo:
Heningkan pikiranmu, engkau akan melihat hiasan cahaya dalam akalmu.
Tundukkan nafsumu, engkau akan menemukan daya cahaya yang murni.
Tenangkan hidupmu, engkau akan merasakan sinar ruh.
Sucikan rasamu, engkau akan menyentuh warna rahsa.
Perbanyak dzikir, engkau akan menyaksikan Nurullah dalam dirimu.
Dzikir itu bukan hanya ucapan, Dakir.
Ia adalah membuka kembali tirai yang menutup cahaya.
Dakir:
Apakah ketika seseorang telah melihat cahaya itu, ia menjadi satu dengan Tuhan, Ki?
Aki Baqo tersenyum tipis.
Aki Baqo:
Jangan tergelincir dalam pemahaman, Nak.
Hamba tetap hamba.
Allah tetap Allah.
Namun ketika cahaya tersingkap, engkau akan melihat bahwa seluruh wujud ini berdiri karena Wujud-Nya.
Seperti ombak dan laut.
Ombak bukan laut seluruhnya, tetapi tanpa laut ombak tak ada.
Begitu pula dirimu.
Dakir:
Lalu apa yang akan dirasakan orang yang telah tetap dalam pengenalan itu?
Aki Baqo:
Ia akan melihat kesatuan di balik keragaman.
Ia tidak mudah membenci, karena ia tahu semua berjalan dalam Kehendak-Nya.
Ia tidak mudah sombong, karena ia tahu dirinya hanya pancaran.
Ia tidak mudah putus asa, karena ia tahu Cahaya itu tak pernah padam.
Dhohirnya ia manusia biasa.
Namun batinnya selalu menyaksikan.
Dakir menunduk. Matanya basah.
Dakir:
Ki… aku ingin merasakan itu. Aku ingin mengenal diriku.
Aki Baqo mengusap kepala Dakir dengan penuh kasih.
Aki Baqo:
Maka mulai dari sini, Dakir.
Jangan sibuk mencari Allah jauh di langit.
Cari Dia dalam keheningan hatimu.
Jaga nafsumu.
Bersihkan rasamu.
Terangi hidupmu dengan dzikir.
Dan hiduplah dengan saling menerangi sesama.
Karena ketika engkau menerangi makhluk, sesungguhnya engkau sedang memantulkan Cahaya-Nya.
Angin malam semakin hening.
Dakir kini tidak lagi gelisah.
Dalam dadanya terasa hangat, seolah ada cahaya kecil yang mulai menyala.
Dan Aki Baqo berbisik pelan,
Aki Baqo:
Ingatlah, Nak…
Engkau bukan sekadar tubuh dari tanah.
Engkau adalah rahasia yang berjalan.
Kenalilah dirimu…
Maka engkau akan mengenal Tuhanmu.
~~~~
✅️ Majelis Tarekat Syattariyah Nuswantara
✅️ Dibimbing & Dibina oleh Guru Mursyid KH.Bagus Fanani / Kang Agus Santoso
▶️ Jl. Surah Bakti No.01 Desa Karang Anyar Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon - Jawa Barat 45163
▶️ Call Center 0852 2402 5191 ■ 0896 6109 1565
#tarekatsyattariyah #mengenaldiri #pengalamanspiritual #kesadaran #khbagusfanani #kisahsufi
4 days ago | [YT] | 46
View 2 replies
Tarekat Kita
PART 01 – KISAH RUHANI WALI MASTUR – NYAI SIRR
NYAI SIRR SEBELUM TURUN KE BUMI - NEGERI ASAL MUASALKU
Bismillahirohmanirohim Shollallahu ala Muhammad
“Waktu saya belum lahir ke dunia… saya ingat hanya ada langit. Luas… sangat luas. Tidak ada batas. Tidak ada arah. Saya merasa sendiri, melayang ke sana ke mari, tanpa tubuh, tanpa nama. Saya tidak tahu siapa saya, atau mau ke mana. Tapi saya sadar… saya ada.” Suasana di sana bukan gelap, bukan terang. Seperti cahaya yang tidak menyilaukan, namun juga bukan kegelapan. Di situlah saya melihat sesuatu: seorang sosok sedang membentuk tubuh dari tanah.
“Tapi cara beliau membentuknya bukan seperti manusia membuat patung. Setiap sentuhan seperti mengandung kasih. Lembut. Sabar. Tenang. Dan tanah itu dibentuk sangat lama… sangat teliti… seolah ada rahasia besar di balik setiap lekuknya.” Patung itu tidak langsung diberi ruh. Ia hanya diam, sampai terdengar suara yang mengguncang alam ruh: “Itulah Adam.” Lalu saya sadar… Apa yang saya saksikan bukan sekadar kisah. Itu adalah tajalli awal mula penciptaan manusia yang hanya disingkap pada ruh-ruh pilihan.
“Saat itu ruh saya masih dekat dengan Cahaya Asal. Saya sedang berada di alam yang ahli tarekat sebut… Alam Ahadiyyah.” Sebuah alam suwung… sunyi yang penuh, hening yang terang. Tidak ada waktu. Tidak ada arah. Tidak ada perjalanan karena semua sudah hadir sekaligus. Di sanalah ruh mengenal dirinya. Dan saat ruh mengenal dirinya, hakikatnya ia sedang mengenal Tuhannya.
“Di sanalah aku dititipkan kesadaran. Dan kesadaran itu bukan hak… tapi amanah. Tugasku bukan merasa istimewa. Tapi menjaga, menyucikan, dan mengembalikannya kepada Sang Pemilik.” Semua ruh pernah bersaksi di hadapan Allah. Namun tidak semua dibuka tabirnya. Ada yang dibuka lewat dzikir. Ada lewat ujian. Ada lewat kesunyian. Ada lewat kegelapan batin. Sedangkan aku… dibuka sejak awal agar menjadi saksi bagi hati-hati yang tertutup.
Asal-usulku: Dari Lauhul Mahfuẓ ke Alam Arwaḥ Aku berasal dari alam cahaya, dari rahasia batin Ilahi yang tertulis di Lauh al-Mahfuzh. Suatu ketika, datang panggilan dari Hadirat al-Haqq: “Wahai ruh yang tenang… perhatikanlah tulisan itu. Di sanalah nama dirimu tertulis, memancar cahaya dari Nur-Ku.” Aku menengadah, dan tampak satu nama bersinar di langit perintah: NYAI SIRR (nama asli dirahasiakan, karena ia bagian dari Amanah). Cahaya nama itu menembus ruhku. Membuatku bergetar.
“Itulah nama yang telah Aku sediakan sejak azali. Nama yang kelak menjadi jalan sulukmu di bumi.” Aku rindu turun, rindu menjalani takdir, rindu menempuh perjalanan. Namun Allah berfirman: “Belum waktunya. Hadirkan dzikir. Kau akan turun, tapi tunggulah isyarat-Ku.” Aku passrah. Aku tunggu. Setiap saat aku mengunjungi nama itu. Memandanginya dengan haru. “Ya Rabb… kapan aku turun?” Jawab-Nya selalu sama: “Nanti. Sabar, wahai ruh-Ku.”
Turun ke Alam Arham ( Alam Rahim ) Hingga datanglah perintah itu. Seruan yang membuat seluruh alam bergetar: “Masuklah ke dalam rahim. Di sanalah jasadmu dibentuk. Di sanalah perjalananmu dimulai.” Aku terjun ke rahim ibu. Dan untuk pertama kalinya aku bertanya: “Apakah ini bumi?” Lalu suara tanpa rupa menjawab: “Ini bukan bumi. Ini adalah Alam al-Arham tempat ruh dan jasad saling menyatu. Inilah pintu menuju takdirmu.” Di dalamnya aku sendiri. Namun aku tidak takut. Cahaya-Nya tetap menyertai. Aku rindu nama itu. Rindu Cahaya Asal. Maka aku berdzikir—diam, tapi menyala.
Kelahiran ke Dunia Lalu tibalah saatnya. Aku keluar dengan perasaan girang: “Ini bumi yang aku tunggu!” Tapi yang keluar hanyalah… tangisan bayi. Aku bingung. “Mengapa suaraku seperti ini? Aku ingin bicara!” Lalu suara tanpa rupa menjawab: “Lidahmu belum sanggup menafsir ruh. Sabarlah. Saat waktunya tiba, lisanmu akan menjadi cermin batinmu.” Maka aku pasrah. Aku belajar. Aku menunggu. Hari demi hari aku belajar berbicara. Dan ketika aku akhirnya bisa mengucap kata, aku sujud dalam hati: “Alhamdulillāh. Telah Kau izinkan aku berbicara di bumi tempat aku diturunkan.”
CATATAN RUHANI (TA’LIQAT SYATTARIYAH)
1. Alam Ahadiyyah Dalam Syattariyah, Ahadiyyah adalah martabat pertama dari Tajalli al-Haqq. Alam tanpa bentuk, tanpa arah, tanpa dua. Di sinilah ruh menyaksikan dirinya sebelum “aku” muncul.
2. Penciptaan Adam yang Disaksikan Ruh Sebagian ruh diberi penjagaan khusus dan memiliki dzauq (rasa batin) terhadap kejadian primordial. Itu bukan ingatan biologis tapi syuhūd ruhani.
3. Nama di Lauhul Mahfuẓ Nama bukan sekadar identitas, tetapi jalur perjalanan. Para wali disebut Ahl al-Asma’, yakni yang mengenal asal nama batinnya.
4. Alam al-Arham Dalam Syattariyah, rahim adalah maqam tanzil, tempat ruh turun dan dibatasi tubuh. Di situlah ruh mulai “berinkarnasi” secara syariat bukan reinkarnasi, tapi penyatuan ruh-jasad.
5. Tangisan Bayi sebagai Dzikir Tangisan pertama bayi disebut tanbih al-awwal panggilan pertama tubuh kepada ruh. Ruh yang turun dari cahaya mengalami kejutan bahasa jasad.
BERSAMBUNG KE PART - 02
2 months ago | [YT] | 12
View 2 replies
Tarekat Kita
Menapaki Tangga Ruhani di Tarekat Syattariyah
Dalam dunia pendidikan, kita mengenal jenjang: S1, S2, dan S3. Setiap tahap memiliki proses, karya tulis, dan penguji. Menariknya, dalam dunia tasawuf, khususnya Tarekat Syattariyah, juga terdapat tahapan spiritual yang bisa kita sejajarkan—bukan untuk menyamakan, tapi untuk memudahkan pemahaman.
S1: Talqin / Bai’at – Awal Studi Ruhani ( UMUM - SALIK )
Langkah pertama dalam perjalanan rohani adalah bai’at, yakni saat seorang calon salik menerima wirid dan bimbingan dari mursyid. Ini ibarat mahasiswa baru yang mulai menapaki dunia akademik.
Pendidikan Ruhani di Syattariyah ada tiga tahapan besar yg harus ditempuh :
1. Umum ( Salik )
2. Khusus ( Suluk )
3. Istimewa ( Salak )
Ditahapan Umum ( Salik )
adalah TAHAPAN TAREKAT
dengan 4 Martabat Kesantrian :
1. Martabat Santri Mubtadi
2. Martabat Santri Mutawasith
3. Martabat Santri Kamil
4. Martabat Santri Kamil Mukamil
Di sini, Salik belajar disiplin laku menjalani dzikir umum dan khusus tiap harinya, menjaga adab, muhasabah , Muroqobah dan tafakur sesuai maqom kesantriannya.
Guru-guru Agung Syattariyah Dawuh
“Jangan harap mengenal Allah jika belum mengenal dirimu. Dan tak mungkin mengenal dirimu tanpa bimbingan guru yang sudah menapaki jalan itu.”
S2: Mujahadah & Riyadhah – Mendalami Hakekat ( KHUSUS - SULUK )
Setelah dasar tertanam, murid mulai menjalani mujahadah (perjuangan batin) dan riyadhah (latihan spiritual), yang lebih berat. Ibarat mahasiswa S2 menulis tesis, salik harus tahan godaan, menjalani tirakat, dan menyelami makna-makna batin. Dalam fase ini sering muncul tajalli, yaitu penyingkapan hakikat ilahiyah di balik kehidupan.
Ditahapan Khusus ( Suluk ) adalah TAHAPAN HAKEKAT dengan 10 Maqom Suluk :
1. Dzatiyah
2. Nuriyah
3. Sirriyah
4. Ruhiyah
5. Syahwatiyah
6. Aqliyah
7. Wujudiyah
8. Mautiyah
9. Kamilah
10. Kholifiyah
Guru-guru agung syattariyah dawuh
“Riyadhah bukan menyiksa diri, tapi melebur hijab antara hamba dan Rabb-nya.”
S3: Fana dan Baqa – Ma’rifat ( ISTIMEWA - SALAK )
Tahap tertinggi adalah fana’ (melebur ego dalam kehendak Allah), dan baqa’ (hidup kembali dengan kesadaran Ilahi). Ini bukan lagi teori, tapi penyatuan hakikat. Seperti doktor yang telah menulis disertasi dan siap menjadi guru, salik yang mencapai maqam ini kadang diberi amanah menjadi khalifah mursyid ( Mutawakil )
Di Tahapan Istimewa ( Salak ) adalah TAHAPAN MA`RIFAT dengan 7 Maqom Salak :
1. Wilayah
2. Balad
3. Qosim
4. Asyrof
5. Muraqib
6. Qorro
7. Qutbul Ardi
Guru-guru Agung Syattariyah dawuh
“Jika engkau telah hilang dalam Diri-Nya, maka barulah engkau hadir sebagai wakil-Nya.”
Mursyid: Sang Pembimbing dan Penguji
Seluruh proses ini diawasi dan dibimbing oleh mursyid, guru ruhani yang bukan hanya menguji kesiapan lahir-batin salik, tapi juga menjadi cermin jalan Allah. Dalam tarekat, mursyid ibarat "dewan penguji" yang mendapat petunjuk langsung dari Allah untuk melihat kemajuan saliknya.
Itulah penjelasan singkat tentang pendidikan ruhani di tarekat syattariyah
Salam,
MAJELIS TAREKAT SYATTARIYAH NUSWANTARA
Dibina dan dibimbing oleh Guru Musyid
KH. BAGUS FANANI / KANG AGUS SANTOSO
#tarekatsyattariyah #khbagusfanani #jenjangpendidikanruhani #salik #suluk #salak #fana #baqo #santri #cirebon
9 months ago | [YT] | 52
View 3 replies
Tarekat Kita
Kisah Tauladan
Seorang Guru yang menghukum muridnya
Pada bulan syawal sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan. Salah seorang diantaranya melihat guru SD nya.
Murid itu menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata: "Masih ingat saya kan pak guru?”
Gurunya menjawab: “tidak”
Murid itu bertanya keheranan "masa sih pak guru tidak ingat saya"
Saya kan... murid yang mencuri jam tangan salah seorang teman di kelas.
Dan ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, panjenengan menyuruh kami semua untuk berdiri karena akan dilakukan penggeledahan di saku para murid.
Saya berfikir bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepadaku "pencuri" dan diriku pasti akan hancur, selama lamanya.
Dulu anda menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata kami semua.
Lalu anda menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, panjenengan ambil jam tangan itu dari kantong saya, dan anda lanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir.
Setelah selesai anda suruh kami membuka penutup mata, dan kembali ke tempat duduk.
Saat itu saya takut panjenengan akan mempermalukan saya di depan murid murid yang mereka adalah teman teman saya.
Panjenengan tunjukkan jam tangan itu lalu anda berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya.
Selama saya belajar di sekolah itu, anda tidak pernah bicara tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorangpun guru maupun murid yang bicara tentang pencurian jam tangan itu.
Anda masih ingat saya pak?
Bagaimana bisa anda tidak mengingatku wahai guruku.
Saya adalah muridmu dan ceritaku adalah cerita pedih yang tak akan terlupakan.
Saya sangat mengagumimu, sejak itu saya berubah menjadi orang yang baik dan benar, Saya mencontoh semua perbuatanmu.
Guru itu menjawab :
"Sungguh saya tidak mengingatmu, karena pada saat menggeledah itu sengaja aku menutup mata pula agar tidak mengenalmu.
Karena Saya tidak mau merasa kecewa atas perbuatan salah satu muridku, Saya sangat mencintai mereka"
Pendidikan memerlukan seni dalam menutup segala keburukan.
Jangan mempermalukan seseorang, karena akan dapat menghancurkan hidupnya dan tambah terperosok lebih dalam.
Memaafkan, Mengampuni, adalah sesuatu kebijakan yang mulia.
"Orang yang mempermalukan orang lain adalah orang yang hanya bisa mencela atau menyalahkan, sedangkan orang yang bermartabat dan terhormat adalah orang yang mau memperbaiki kesalahan orang lain"
Semoga kisah ini menginspirasi kita dan membangun kesadaran diri menjadi manusia yang bijak.
#kisahguru #kisahinspirasikehidupan #gurubijak
1 year ago | [YT] | 52
View 1 reply
Tarekat Kita
*اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ*
Di informasikan kepada seluruh Salik Syattariyah Jabodetabek , bahwa kami Panitia Majelis Tarekat Nuswantara akan mengadakan acara *HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR SALIK SYATTARIYAH SE JABODETABEK 1445 H/2024 M* dan terbuka untuk seluruh Salik Syattariyah yang akan dihadiri oleh Guru Mursyid kita *KH.Agus Santoso/Bagus Fanani* pada :
Hari : Sabtu malam
Tanggal : 11 Mei 2024
Waktu : Pukul 20.00 sd Selesai
Lokasi : *Warung Kopi Omah Kebon Bekasi*
Google Maps = goo.gl/maps/JMyELEcKtCjaQZDn9?entry=yt
Agenda acara :
1. Halal bihalal
2. Tausiah Guru
3. Talqin dan Bai'at
Besar harapan kami akan hadirnya para Salik Syattariyah Se Jabodetabek untuk ikut serta mensukseskan acara tersebut.
Bagi sedulur salik yang berkehendak hadir di mohon untuk bergabung di group di bawah ini :
chat.whatsapp.com/Hu4Bakv5RlfBoolegGXVHS
Bila ada informasi yang di butuhkan lebih lanjut hubungi cp:
1. M. Suradji 08129433620
2. Puguh H 081321686286
3. Tino N 085319713337
*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*
Note :
* Konfirmasi kehadiran terahir H - 2 yaitu tgl 09 Mei 2024
* Seragam *Busana muslim*
1 year ago | [YT] | 49
View 4 replies
Tarekat Kita
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
*Bismillahirrahmanirrahiim*
Kepada seluruh Salik Syattariyah di manapun berada.
Kami Panitia pelaksana acara *Pengajian, Baiat, Talqin dan Zikir bersama,* yang akan di hadiri oleh Guru Mursyid kita *Romo KH. Bagus Fanani*
Yang insya Allah akan di laksanakan pada :
Hari : Kamis malam
Tgl : 7 Maret 2024
Waktu : Ba'da isya (20.00) WIB sampai selesai
Lokasi : Masjid Baiturrohim
Alamat : Jl. Lembur Sawah, Gang. Lestari RT. 10, RW. 05 No. 8 Kampung Hujung Kulon, Kelurahan Utama, Kec. Cimah iSelatan
Google maps : maps.app.goo.gl/sTwDp3AA3NYtSy8f7
Untuk informasi Pendaftaran mohon hubungi CP :
1. H Sarno Cp.081321157146
2. Gus Arya Cp. 082318009009
3. Abah Asep Cp. 081323649347
Bagi sedulur yang menghendaki hadir harap bergabung dengan link group di bawah ini :
chat.whatsapp.com/GgMpUmomaVaBVxwaGUbkVO
Pendaftaran akan di tutup pada tanggal 6 Maret 2024
Demikian informasi/undangan terbuka ini kami sampaikan, besar harapan kami sedulur salik semua berkesempatan untuk hadir dan mensukseskan acara kita ini sebagai bentuk bakti kita dalam turut mensyiarkan Tarekat Syattariyah kepada seluruh umat.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
1 year ago | [YT] | 49
View 5 replies
Tarekat Kita
WAHAI PARA SALIKIN...
Bersyukurlah jika sudah condong kejalan rohani, apalagi telah bersama seorang guru mursyid yang bisa mengarahkan kearah Tuhan Yang Maha Esa. Jangan sia-siakan waktu bersamanya, serahkan diri sepenuhnya untuk dibina.
Dikau pasti diarahkan oleh mursyidmu untuk menaiki tangga-tangga rohani, dari satu maqam kemaqam lainnya .
#tarekatsyattariyah
#khbagusfanani
#tarekatsyattariyahklatenjateng
#tarekatsyattariyahbantuljateng
#tarekatsyattariyahkaranganyarjateng
1 year ago | [YT] | 86
View 3 replies
Tarekat Kita
Sunan Gunung Jati,
lahir dengan nama Hidayatullah atau lebih di kenal sebagai Sayyid Al-Kamil adalah salah seorang dari Walisongo,
Beliau dilahirkan Tahun 1448 dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin, putra Ali Nurul Alam dan Nyai Rara Santang, Putri Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran.
#tarekatsyattariyah
#waliyullah
#sufi
2 years ago | [YT] | 89
View 4 replies
Tarekat Kita
HAUL KE 23 Romo Guru H Nasir Nurullah
Senin, 20 November 2023
Kita disatukan dan di jadikan keluarga besar Tarekat Syattariyah oleh guru dengan kalimat.Tauhid Lailaha ilallah.
Kata syattariyah berasal kata syatara yang artinya membelah menjadi dua
Yang di belah adalah kalimat tauhid Laailaha illallah.
Laailaha adalah kalimat Nafi ( manafikan seluruh Alam ) dan Illallah adalah kalimat isbat ( menetapkan di dalam batin bahwa yang ada hanyalah ALLAH )
Ketika engkau sedang mencintai sosok yang kau sukai, tentunya juga mengekspresikan rasa cintamu dalam bentuk tindakan dan tidak hanya sebatas perkataan saja, bukan?
Ekspresi cinta dalam bentuk tindakan, menunjukan bahwa dikau benar-benar cinta padanya. Mari ekspresikan cinta kita, Khidmah kita pada sang guru KH. Nasir Nurullah
Dengan mengamalkan apa yang telah di berikan oleh guru guru agung dan menjadikan pegangan hidup apa yang tlah di ajarkan oleh beliau
Nawaitu an uwasila bi ruhi wa sirri murobi ruhina Romo Guru H Nasir Nurullah - Al Fatihah...
Haul ke 23 Romo Guru H .Nasir Nurullah Mursyid Tarekat Syattariyah , Desa Susukan Kabupaten Cirebon Jawa Barat
.
.
#haulgurumulya #khnasirnurullahsusukan #khbagusfanani #ngalapbarokah #tarekatsyattariyah
2 years ago (edited) | [YT] | 80
View 4 replies
Tarekat Kita
🌻 Wasiat Guru-Guru Agung 🌻
Wahai Saudaraku...para pelaku ruhani...
Teruslah meminta bimbingan dari guru mursyidmu...
Sampai dikau dilatih guru melakukan tugas-tugas yang di emban INSAN KAMIL,
agar saatnya nanti ketika dikau dipercayai untuk memayu hayaning bawana ( menata bumi ) dari Wilayah, Negara , dan Dunia ...
Dikau sudah siap terlatih ..
Sederas apapun jalan kehidupan harus dikau arungi, sesusah apapun jalan kematian harus dikau praktekan siang dan malam.
Disini tenang, disana tenang, dimanapun hidup haruslah tenang. Begitulah wasiat guru-guru Agung.
🌟🌟🌟
Majelis Tarekat Syattariyah Nuswantara
#tarekatsyattariyah
#dawuhguru
#kalamhikmah
#kalamsufi
#bagusfanani
2 years ago | [YT] | 108
View 8 replies
Load more