Diriwayatkan dalam beberapa kitab tafsir seperti Tafsir Al-Qurthubi dan Tafsir Ibnu Katsir, dengan status Israiliyyat (bukan hadis, tidak bisa dijadikan akidah), bahwa:
Ketika hari kiamat telah tiba, dan seluruh makhluk telah mati, maka Malakul Maut (Izra’il) akan diperintahkan oleh Allah untuk mencabut nyawa setiap makhluk hidup — termasuk Iblis.
Disebutkan dalam kisah itu:
Ketika Iblis melihat semua pengikutnya, jin, dan manusia kafir telah mati, ia berjalan ke sana ke mari di bumi sambil berkata:
“Aku dibiarkan hidup sampai hari kebangkitan, tapi kini semua telah mati. Siapa lagi yang tersisa selain aku?”
Maka Allah berfirman kepada Malakul Maut:
“Wahai Malaikat Maut, cabutlah nyawa Iblis.”
Lalu Malaikat Maut mendatangi Iblis. Iblis berkata:
“Wahai Malaikat Maut, kasihanilah aku. Berilah aku kesempatan sedikit saja.”
Namun Malaikat Maut menjawab:
“Tidak ada lagi waktu, wahai musuh Allah.”
Lalu Iblis menjerit sekeras-kerasnya, dan Malaikat Maut mencabut nyawanya dengan sangat keras — konon itu adalah pencabutan nyawa yang paling berat dalam seluruh ciptaan.
Setelah itu, Malaikat Maut pun berkata:
“Andai aku tahu betapa beratnya mencabut nyawa makhluk yang satu ini, niscaya aku akan meminta kepada Allah agar tidak melakukannya.”
📜 Status Kisah
➡️ Tidak ada hadis sahih tentang hal ini.
➡️ Kisah ini bersumber dari riwayat Israiliyyat, yaitu cerita dari ahli kitab yang dibawa oleh sebagian perawi tafsir.
➡️ Para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dan As-Suyuthi menyebutkannya hanya sebagai kisah tambahan, bukan dalil agama.
Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (tafsir surah Az-Zumar:68) menulis:
"Disebutkan oleh sebagian ahli tafsir bahwa Malaikat Maut akan mencabut nyawa Iblis setelah seluruh makhluk mati. Namun, tidak ada riwayat sahih dari Nabi ﷺ tentang hal ini."
#iblis #kiamat #kisahislami #akhirat