Di Gaza, Ibu Hamil Bertaruh Nyawa di Tengah Blokade dan Kelaparan
Di sebuah tenda lusuh di Kota Gaza, Um Diab menjalani bulan kelima kehamilan dalam kondisi kekurangan gizi. Sejak dipaksa mengungsi dari utara Jalur Gaza, ia hidup tanpa kepastian akses pangan dan layanan kesehatan. Anak balitanya mengalami gizi buruk, sementara ia sendiri kerap pulang dengan tangan kosong setelah berjam-jam mengantre suplemen di Rumah Sakit Internasional Al-Hilu. Kehamilannya berisiko tinggi, namun kontrol rutin nyaris mustahil karena keterbatasan biaya dan pasokan medis.
Kisah serupa dialami Israa Qasim di kawasan Al-Zeitoun, Gaza timur. Hamil tujuh bulan, ia tinggal di rumah rusak tanpa listrik dan air memadai. Ia didiagnosis kekurangan zat besi dan vitamin akut setelah beberapa kali pingsan. Suplemen datang tak menentu, makanan sekadar meredam lapar. Ia khawatir melahirkan prematur atau bayi dengan berat badan rendah, situasi yang kian sering terjadi.
Gelombang kelaparan yang menghantam Gaza pada pertengahan 2025 meninggalkan dampak panjang bagi ribuan perempuan hamil. Blokade Israel, runtuhnya sistem kesehatan, serta kelangkaan obat dan nutrisi memperburuk kondisi. Meski gencatan senjata berlaku sejak 11 Oktober lalu, akses terhadap pangan bergizi belum pulih.
Dokter kandungan di Gaza mencatat peningkatan keguguran, gangguan perkembangan organ janin, serta lonjakan kelahiran prematur. Kekurangan asam folat, zat besi, dan protein (ditambah stres berat) disebut sebagai faktor utama. Berat rata-rata bayi baru lahir turun dari sekitar 3,5 kilogram menjadi 2,5 kilogram, indikator nyata krisis gizi yang belum teratasi.
Tenaga medis juga mengkhawatirkan dampak paparan lingkungan akibat penggunaan senjata berdaya ledak tinggi, meski keterbatasan fasilitas membuat pembuktian ilmiah sulit dilakukan. Rumah sakit kini dipenuhi bayi prematur dengan berat sangat rendah yang memerlukan perawatan intensif di tengah minimnya sarana.
Setelah sempat terhenti selama dua tahun akibat situasi yang belum stabil, kompetisi sepak bola di Gaza akhirnya kembali digelar. Turnamen yang diinisiasi Asosiasi Sepak Bola Palestina ini dimulai pada awal Februari 2026 sebagai upaya membangkitkan kembali semangat olahraga sekaligus memberi ruang hiburan bagi warga di tengah krisis berkepanjangan.
Salah satu pertandingan berlangsung dengan format 5 lawan 5 di Palestine Stadium, mempertemukan Gaza Sports Club dan Beit Hanoun Sports Club pada 8 Februari 2026. Meski fasilitas sangat terbatas, laga tetap berjalan dan menjadi penanda hidupnya kembali kompetisi lokal. Lapangan bahkan dibersihkan secara gotong royong oleh federasi dan masyarakat sekitar.
Di sekitar arena masih terlihat puing bangunan rusak, sementara penonton menyaksikan pertandingan dari balik pagar hingga reruntuhan yang tersisa. Walau jauh dari kondisi ideal, antusiasme warga tetap tinggi, menjadikan sepak bola sebagai pelarian sejenak dari realitas yang masih sulit.
UNRWA: 90 Persen Sekolah di Gaza Hancur atau Rusak Akibat Serang*n Isra*l
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, menyatakan sekitar 90 persen sekolah di Jalur Gaza rusak atau hancur akibat serang*n milit*r Isra*l selama perang terakhir.
Dalam pernyataan di platform X, Kamis, UNRWA menyebut sekolah-sekolah yang masih berdiri kini berfungsi sebagai pusat penampungan pengungsi. Aktivitas belajar formal praktis lumpuh. Anak-anak menerima pelajaran melalui ruang belajar darurat yang dikelola tim UNRWA atau lewat pembelajaran digital dengan fasilitas terbatas.
UNRWA juga melaporkan satu sekolah miliknya di Jabalia dihancurkan menggunakan bahan peledak. Bangunan itu merupakan gedung terakhir yang tersisa dari kompleks yang sebelumnya terdiri atas enam sekolah. Sejak Januari, sedikitnya delapan sekolah UNRWA dilaporkan diratakan.
Di tengah situasi itu, UNRWA menyatakan telah membuka kembali Pusat Kesehatan Al-Bureij pada 7 Februari untuk melanjutkan layanan kesehatan dasar di wilayah timur Gaza tengah, sebuah langkah darurat di tengah keruntuhan infrastruktur sipil.
Menolak Menyerah, Anak-anak Karate Gaza Berlatih di Antara Tenda Pengungsian
Di tengah kehancuran Gaza pascaperang, anak-anak Palestina tetap menjalani latihan karate di lorong sempit antara tenda-tenda pengungsian. Setelah aula dan klub olahraga diratakan oleh serangan Israel sejak Oktober 2023, pasir menggantikan matras dan ruang darurat menjadi tempat latihan seadanya.
Di Khan Younis, latihan dilakukan tanpa peralatan memadai, dipandu pelatih di tengah keterbatasan, kelaparan, dan dampak blokade yang masih berlangsung meski gencatan senjata diberlakukan. Aktivitas olahraga ini menjadi cara bertahan, menjaga disiplin fisik sekaligus meredam trauma akibat perang, pengungsian, dan kehilangan.
Para pelatih dan atlet menegaskan, karate bukan sekadar olahraga, melainkan ruang terakhir bagi anak-anak Gaza untuk mempertahankan harapan dan martabat di tengah runtuhnya infrastruktur dan tertutupnya akses bantuan.
“Perang Haus di Gaza”: Israel Hancurkan Tandon Air yang Menghidupi 70 Ribu Warga
Satu ledakan, satu sumber kehidupan lenyap. Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan pasukan penduduk*n Isra*l meledakkan tandon air utama di utara Rafah, Gaza selatan, fasilitas vital yang selama ini menjadi tumpuan puluhan ribu warga.
Hasil penelusuran geolokasi memastikan ledakan itu terjadi pada 2 Februari lalu dan menargetkan Tandon Air Miraj, proyek yang didanai Bulan Sabit Merah Turki. Berdasarkan data Otoritas Air Pesisir Gaza, tandon tersebut melayani sekitar 70 ribu penduduk di wilayah timur dan utara Rafah, kawasan yang sejak berbulan-bulan terakhir hidup di ambang krisis air bersih.
Citra satelit yang dianalisis Unit Investigasi Digital Al Jazeera, diambil sehari setelah ledak*n, menunjukkan kehancuran total. Tak hanya tandon, area di sekitarnya ikut diluluhlantakkan, menghapus infrastruktur air yang selama ini menopang kehidupan warga sipil.
Ironi yang menusuk muncul dari unggahan seorang tentar* Isra*l yang menyertai video ledak*n itu. “Kami spesialis pengecatan dan renovasi ringan… detail via pesan pribadi,” tulisnya, sebuah olok-olok dingin atas kehancuran fasilitas sipil yang krusial.
Menurut laporan lokal, tandon Miraj memiliki kapasitas 3.000 meter kubik dan sejak dibangun berperan penting meredam krisis kekurangan air di Rafah. Fasilitas ini diresmikan pada Juli 2010 sebagai bagian dari proyek tiga sumur dan jalur distribusi air di kawasan Morag, dengan biaya sekitar 450 ribu dolar AS.
Keteguhan Anak-anak Gaza, Main Sepak Bola di Tengah Reruntuhan
Anak-anak di Al-Karama, utara Gaza, bermain sepak bola di tengah reruntuhan rumah akibat serangan Israel, menjadikan tumpukan batu dan puing sebagai gawang darurat. Adegan ini menampilkan keteguhan dan semangat hidup generasi muda Gaza meski menghadapi krisis dan kehancuran yang meluas.
Dukung 700 Ribu Anak Gaza untuk Kembali ke Sekolah
UNICEF meluncurkan kampanye darurat untuk mengembalikan sekitar 700 ribu anak usia sekolah di Gaza ke bangku pendidikan setelah hampir 90 persen sekolah rusak atau hancur akibat perang. Saat ini, lebih dari 135 ribu anak sudah mengikuti pembelajaran darurat di tenda-tenda dan pusat belajar sementara.
UNICEF menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 336 ribu anak hingga akhir tahun, dengan tujuan seluruh anak Gaza kembali mengikuti pendidikan tatap muka pada 2027. Program ini dijalankan bersama Kementerian Pendidikan Palestina dan UNRWA.
UNICEF membutuhkan pendanaan sebesar 86 juta dolar AS untuk memastikan pendidikan tetap berjalan. Organisasi tersebut menegaskan, pendidikan di Gaza bukan sekadar soal belajar, tetapi ruang aman yang menyelamatkan masa depan satu generasi.
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Di Gaza, Ibu Hamil Bertaruh Nyawa di Tengah Blokade dan Kelaparan
Di sebuah tenda lusuh di Kota Gaza, Um Diab menjalani bulan kelima kehamilan dalam kondisi kekurangan gizi. Sejak dipaksa mengungsi dari utara Jalur Gaza, ia hidup tanpa kepastian akses pangan dan layanan kesehatan. Anak balitanya mengalami gizi buruk, sementara ia sendiri kerap pulang dengan tangan kosong setelah berjam-jam mengantre suplemen di Rumah Sakit Internasional Al-Hilu. Kehamilannya berisiko tinggi, namun kontrol rutin nyaris mustahil karena keterbatasan biaya dan pasokan medis.
Kisah serupa dialami Israa Qasim di kawasan Al-Zeitoun, Gaza timur. Hamil tujuh bulan, ia tinggal di rumah rusak tanpa listrik dan air memadai. Ia didiagnosis kekurangan zat besi dan vitamin akut setelah beberapa kali pingsan. Suplemen datang tak menentu, makanan sekadar meredam lapar. Ia khawatir melahirkan prematur atau bayi dengan berat badan rendah, situasi yang kian sering terjadi.
Gelombang kelaparan yang menghantam Gaza pada pertengahan 2025 meninggalkan dampak panjang bagi ribuan perempuan hamil. Blokade Israel, runtuhnya sistem kesehatan, serta kelangkaan obat dan nutrisi memperburuk kondisi. Meski gencatan senjata berlaku sejak 11 Oktober lalu, akses terhadap pangan bergizi belum pulih.
Dokter kandungan di Gaza mencatat peningkatan keguguran, gangguan perkembangan organ janin, serta lonjakan kelahiran prematur. Kekurangan asam folat, zat besi, dan protein (ditambah stres berat) disebut sebagai faktor utama. Berat rata-rata bayi baru lahir turun dari sekitar 3,5 kilogram menjadi 2,5 kilogram, indikator nyata krisis gizi yang belum teratasi.
Tenaga medis juga mengkhawatirkan dampak paparan lingkungan akibat penggunaan senjata berdaya ledak tinggi, meski keterbatasan fasilitas membuat pembuktian ilmiah sulit dilakukan. Rumah sakit kini dipenuhi bayi prematur dengan berat sangat rendah yang memerlukan perawatan intensif di tengah minimnya sarana.
12 hours ago | [YT] | 2,750
View 91 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Setelah sempat terhenti selama dua tahun akibat situasi yang belum stabil, kompetisi sepak bola di Gaza akhirnya kembali digelar. Turnamen yang diinisiasi Asosiasi Sepak Bola Palestina ini dimulai pada awal Februari 2026 sebagai upaya membangkitkan kembali semangat olahraga sekaligus memberi ruang hiburan bagi warga di tengah krisis berkepanjangan.
Salah satu pertandingan berlangsung dengan format 5 lawan 5 di Palestine Stadium, mempertemukan Gaza Sports Club dan Beit Hanoun Sports Club pada 8 Februari 2026. Meski fasilitas sangat terbatas, laga tetap berjalan dan menjadi penanda hidupnya kembali kompetisi lokal. Lapangan bahkan dibersihkan secara gotong royong oleh federasi dan masyarakat sekitar.
Di sekitar arena masih terlihat puing bangunan rusak, sementara penonton menyaksikan pertandingan dari balik pagar hingga reruntuhan yang tersisa. Walau jauh dari kondisi ideal, antusiasme warga tetap tinggi, menjadikan sepak bola sebagai pelarian sejenak dari realitas yang masih sulit.
2 days ago | [YT] | 4,643
View 104 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
UNRWA: 90 Persen Sekolah di Gaza Hancur atau Rusak Akibat Serang*n Isra*l
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, menyatakan sekitar 90 persen sekolah di Jalur Gaza rusak atau hancur akibat serang*n milit*r Isra*l selama perang terakhir.
Dalam pernyataan di platform X, Kamis, UNRWA menyebut sekolah-sekolah yang masih berdiri kini berfungsi sebagai pusat penampungan pengungsi. Aktivitas belajar formal praktis lumpuh. Anak-anak menerima pelajaran melalui ruang belajar darurat yang dikelola tim UNRWA atau lewat pembelajaran digital dengan fasilitas terbatas.
UNRWA juga melaporkan satu sekolah miliknya di Jabalia dihancurkan menggunakan bahan peledak. Bangunan itu merupakan gedung terakhir yang tersisa dari kompleks yang sebelumnya terdiri atas enam sekolah. Sejak Januari, sedikitnya delapan sekolah UNRWA dilaporkan diratakan.
Di tengah situasi itu, UNRWA menyatakan telah membuka kembali Pusat Kesehatan Al-Bureij pada 7 Februari untuk melanjutkan layanan kesehatan dasar di wilayah timur Gaza tengah, sebuah langkah darurat di tengah keruntuhan infrastruktur sipil.
2 days ago (edited) | [YT] | 2,469
View 102 replies
Gibran.Hijrah
Ramadhan Hampir Tiba! Berikut ini Daftar beberapa merek kurma Yang di produksi dan terafiliasi isra*l
4 days ago (edited) | [YT] | 2,785
View 67 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Menolak Menyerah, Anak-anak Karate Gaza Berlatih di Antara Tenda Pengungsian
Di tengah kehancuran Gaza pascaperang, anak-anak Palestina tetap menjalani latihan karate di lorong sempit antara tenda-tenda pengungsian. Setelah aula dan klub olahraga diratakan oleh serangan Israel sejak Oktober 2023, pasir menggantikan matras dan ruang darurat menjadi tempat latihan seadanya.
Di Khan Younis, latihan dilakukan tanpa peralatan memadai, dipandu pelatih di tengah keterbatasan, kelaparan, dan dampak blokade yang masih berlangsung meski gencatan senjata diberlakukan. Aktivitas olahraga ini menjadi cara bertahan, menjaga disiplin fisik sekaligus meredam trauma akibat perang, pengungsian, dan kehilangan.
Para pelatih dan atlet menegaskan, karate bukan sekadar olahraga, melainkan ruang terakhir bagi anak-anak Gaza untuk mempertahankan harapan dan martabat di tengah runtuhnya infrastruktur dan tertutupnya akses bantuan.
5 days ago | [YT] | 6,586
View 127 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
“Perang Haus di Gaza”: Israel Hancurkan Tandon Air yang Menghidupi 70 Ribu Warga
Satu ledakan, satu sumber kehidupan lenyap. Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan pasukan penduduk*n Isra*l meledakkan tandon air utama di utara Rafah, Gaza selatan, fasilitas vital yang selama ini menjadi tumpuan puluhan ribu warga.
Hasil penelusuran geolokasi memastikan ledakan itu terjadi pada 2 Februari lalu dan menargetkan Tandon Air Miraj, proyek yang didanai Bulan Sabit Merah Turki. Berdasarkan data Otoritas Air Pesisir Gaza, tandon tersebut melayani sekitar 70 ribu penduduk di wilayah timur dan utara Rafah, kawasan yang sejak berbulan-bulan terakhir hidup di ambang krisis air bersih.
Citra satelit yang dianalisis Unit Investigasi Digital Al Jazeera, diambil sehari setelah ledak*n, menunjukkan kehancuran total. Tak hanya tandon, area di sekitarnya ikut diluluhlantakkan, menghapus infrastruktur air yang selama ini menopang kehidupan warga sipil.
Ironi yang menusuk muncul dari unggahan seorang tentar* Isra*l yang menyertai video ledak*n itu. “Kami spesialis pengecatan dan renovasi ringan… detail via pesan pribadi,” tulisnya, sebuah olok-olok dingin atas kehancuran fasilitas sipil yang krusial.
Menurut laporan lokal, tandon Miraj memiliki kapasitas 3.000 meter kubik dan sejak dibangun berperan penting meredam krisis kekurangan air di Rafah. Fasilitas ini diresmikan pada Juli 2010 sebagai bagian dari proyek tiga sumur dan jalur distribusi air di kawasan Morag, dengan biaya sekitar 450 ribu dolar AS.
1 week ago | [YT] | 5,825
View 218 replies
Gibran.Hijrah
1 week ago | [YT] | 1,626
View 15 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Keteguhan Anak-anak Gaza, Main Sepak Bola di Tengah Reruntuhan
Anak-anak di Al-Karama, utara Gaza, bermain sepak bola di tengah reruntuhan rumah akibat serangan Israel, menjadikan tumpukan batu dan puing sebagai gawang darurat. Adegan ini menampilkan keteguhan dan semangat hidup generasi muda Gaza meski menghadapi krisis dan kehancuran yang meluas.
2 weeks ago | [YT] | 4,868
View 151 replies
Gibran.Hijrah
FREE PALESTINE🇵🇸
Dukung 700 Ribu Anak Gaza untuk Kembali ke Sekolah
UNICEF meluncurkan kampanye darurat untuk mengembalikan sekitar 700 ribu anak usia sekolah di Gaza ke bangku pendidikan setelah hampir 90 persen sekolah rusak atau hancur akibat perang. Saat ini, lebih dari 135 ribu anak sudah mengikuti pembelajaran darurat di tenda-tenda dan pusat belajar sementara.
UNICEF menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 336 ribu anak hingga akhir tahun, dengan tujuan seluruh anak Gaza kembali mengikuti pendidikan tatap muka pada 2027. Program ini dijalankan bersama Kementerian Pendidikan Palestina dan UNRWA.
UNICEF membutuhkan pendanaan sebesar 86 juta dolar AS untuk memastikan pendidikan tetap berjalan. Organisasi tersebut menegaskan, pendidikan di Gaza bukan sekadar soal belajar, tetapi ruang aman yang menyelamatkan masa depan satu generasi.
2 weeks ago | [YT] | 4,348
View 145 replies
Load more